$document->setGenerator(''); Pengadilan Agama Tarakan
Home

postheadericon Audiensi Dengan Pemkot Tarakan

Foto  : Bapak H.K. Arief Hidayat, S.E., M.Si. (Wakil Walikota Tarakan) Bersama Bapak Elvin Nailana, S.H., M.H. (Wakil Ketua Pengadilan Agama Tarakan)

 

Tarakan, 3 Februari 2015 Wakil Ketua Pengadilan Agama Tarakan Bapak Elvin Nailana, S.H., M.H. bersama Bapak H. Muhammad Sahir, S.Ag (Panmud Gugatan) dan Bapak Ach. Fathoni Zaen, BA (Panmud Permohonan) Melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Tarakan yang diwakili oleh Wakil Walikota Tarakan Bapak H.K. Arief Hidayat, S.E., M.Si. Tentang Kompetensi Pengadilan Agama.

Selanjutnya...

 

postheadericon Ketua Kamar Agama Tak Ingin Generasi PA Lemah

alt

Bogor | Badilag.net

Ketua Kamar Agama, Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.Ip., S.H., M.Hum, yang dilantik tepat satu bulan yang lalu mengakui tugas yang diembannya ke depan cukup berat. Ia pun meminta seluruh warga peradilan agama bekerja keras mewujudkan visi peradilan agama yang agung.

Dalam Rakor Ketua MSy Aceh dan PTA seluruh Indonesia yang digelar di Mega Mendung, Bogor, Kamis sore (22/1/2015), Ketua Kamar Agama menyampaikan beberapa pesan penting.

Salah satu yang disampaikannya adalah tentang masa depan generasi peradilan agama. Ia tak ingin hakim-hakim dan aparat peradilan agama menjadi generasi yang lemah.

“Sepeninggal kami-kami nanti, jangan sampai kami meninggalkan generasi yang lemah. Silahkan berkompetisi, tidak akan dihalang-halangi. Jangan sampai nanti peradilan agama mempunyai generasi yang lemah,” kata Prof. Abdul Manan di hadapan peserta Rakor yang juga dihadiri beberapa hakim agung.

Ia juga mengomentari performance hakim-hakim peradilan agama. Menurutnya, performance itu penting dijaga karena berimbas pada kepercayaan publik terhadap peradilan agama. Terlebih, PA membutuhkan trust yang tinggi terkait kewenangan ekonomi syariah.

Tidak kalah pentingnya, martabat dan kehormatan hakim juga harus dijunjung tinggi. “Saya sering sampaikan, martabat dan kehormatan hakim itu kita sendiri yang menjaga. Jadi, tolong jaga martabat hakim dengan bekerja secara profesional,” tutur Ketua Kamar Agama.

Selanjutnya...

 

postheadericon Hakim Agung Habiburrahman: Mediasi di Peradilan Agama Harus Maksimal

alt


Bogor | Badilag.net

Hakim Agung Dr. H. Habiburrahman, S.H., M.Hum menekankan agar mediasi di peradilan agama dijalankan secara maksimal. Menurutnya, mediasi itu sejalan dengan jiwa syariat Islam untuk mengedepankan ishlah (Perdamaian). 

Hal itu disampaikan Habiburrahman ketika memberikan pengarahan di hadapan seluruh ketua pengadilan tingkat banding lingkungan peradilan agama dalam acara Rapat Koordinasi Ketua MSy Aceh dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Seluruh Indonesia di Mega Mendung, Bogor, Kamis Sore (22/1/2015).

“Agar para pihak (pencari keadilan) optimal dalam mencapai kesepakatan, hakim-hakim mediator di peradilan agama harus maksimal mengusahakan mediasi. Jangan sekadar formalitas,” pesannya. 

Lebih lanjut, Habiburrahman menyebutkan bahwa di peradilan agama, selain di Mahkamah Syar’iyah, ada dua jenis perkara hukum, yaitu hukum keluarga dan hukum kebendaan. Diakuinya, dalam masalah hukum keluarga, terutama masalah perceraian, memang agak sulit untuk mendamaikannya.

“Tapi dalam perkara hukum kebendaan, itu sangat mungkin bisa diupayakan damai melalu mekanisme mediasi. Seperti dalam perkara harta bersama dan perkara waris,” katanya. 

Selanjutnya...

 

postheadericon Raker Perdana Dirjen Baru

alt

Bogor | Badilag.net

Dirjen Badilag yang baru, Drs. H. Abdul Manaf, M.H., membuka Rapat Kerja Ditjen Badilag tahun 2015 di Auditorium Balitbangdiklat Kumdil, Mega Mendung, Bogor pada Rabu sore (21/1/2015). 

Acara ini merupakan Raker perdana yang diikuti Dirjen Badilag yang dilantik pada 8 Januari 2015 lalu. Dalam arahannya, Dirjen berharap Raker Badilag dapat menghasilkan sesuatu untuk perbaikan lembaga peradilan agama.

“Saya berharap apa yang dilakukan oleh Badilag dapat memberikan imbas yang positif bagi lingkungan peradilan agama di seluruh Indonesia,” kata Dirjen.

“Kita dituntut untuk memberikan layanan prima kepada seluruh warga peradilan agama. Mindset kita harus tetap ditujukan untuk melayani, bukan dilayani,” ungkapnya lagi. 

Salah satu usaha untuk mewujudkan pelayanan prima untuk warga peradilan agama, menurut H. Abdul Manaf, adalah dengan memiliki data yang valid. Validitas dan update data yang dimiliki Badilag harus terus dijaga karena data yang valid sangat penting untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, katanya.

“Jika ada kawan-kawan dari daerah datang ke Jakarta untuk mengurus sesuatu. Itu harus segera diselesaikan. Jangan sampai mereka menunggu lama hanya untuk memperoleh data atau dokumen, misalnya,” pesan Dirjen. 

 

Selanjutnya...

 
KETUA

Drs. Saifudin, M.HI.
NIP. 196002081993031001

Kalender
Link














sikep

infoperkara
Pendapat Anda
Apakah Situs Ini Bermanfaat Untuk Anda?
 
portal-rakernas-mari